Gairahkan Pecinta Kuliner, Kota Banjarbaru Bikin Nasi Kabuli 150 MeterĀ 

WARTAKALSEL.COM: BANJARBARU - Dalam rangka memeriahkan Kota Banjarbaru "Food and Culinary Festival" 2017. Panitia kegiatan menciptakan rekor pembuatan nasi kabuli terpanjang yakni 150 meter atau mampu menghasilkan 1.400 porsi untuk dinikmati masyarakat.

Bahkan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani di Kota Banjarbaru, menyambut baik kegiatan yang mengangkat sektor UMKM ini, usai melakukan pembukaan acara Minggu (3/12/20170. 

"Diharapkan lewat kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini bisa lebih dikenal luas sehingga menyemarakannya melalui pembuatan nasi kabuli terpanjang se Indonesia," ujar wali kota.

Banjarbaru Food and Culinary Festival 2017 yang digelar di depan Balaikota Banjarbaru dimulai sejak 1 Desember 2017 dan puncaknya, Minggu (3/12).

Pemilihan nasi kabuli sebagai objek utama pada festival itu bertujuan memperkenalkan nasi kabuli adalah ciri khas masyarakat Kota Banjarbaru.

"Kami ingin masyarakat luar mengenal Banjarbaru melalui makanannya yakni nasi kabuli sehingga jika ada orang yang mencari nasi kabuli, maka mereka akan ke Banjarbaru," ucapnya.

Menurut dia, nasi kabuli yang enak dan nikmat rasanya bisa ditemukan di Kecamatan Cempaka berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota berjuluk Indah, Damai, Aman dan Nyaman (Idaman) itu.

"Kami akan memperkenalkan nasi kabuli pada setiap kegiatan terutama yang mengundang tamu-tamu luar baik pejabat pusat maupun tamu luar daerah lainnya," ujar dia.

Panitia pelaksana Banjarbaru Food and Culinary Festival 2017 Surya Setiana mengatakan, kegiatan perdana itu dipantau DPS Asosiasi Tataboga Indonesia yang tersebar se Indonesia.

"Sesuai keinginan wali kota lebih memperkenalkan nasi kabuli sebagai makanan khas Banjarbaru maka event ini membuat nasi kabuli menggema dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Diharapkan, pemecahan rekor tahun depan dibuat nasi kabuli lebih panjang lagi mengelilingi Lapangan Murjani depan Balai Kota yang menjadi kawasan ikonik kota setempat.

"Saran kami, pembuatan melibatkan seluruh UMKM sehingga bisa mengangkat ragam kuliner dengan mengajak pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Jasa Boga Indonesia," ujarnya.

Nasi kabuli yang sudah dibungkus daun pisang dan diletakkan memanjang diatas meja langsung diserbu masyarakat serta peserta festival yang mengikuti kegiatan itu. (Nicko Farizki)